Perselisihan Jemaat dan Kepemimpinan Rohani: Studi Kasus 1 Korintus 3:3-7

Authors

  • Sarjani Author

Keywords:

Konflik Jemaat, Kepemimpinan Rohani, Kesatuan Gereja, Kepemimpinan Pelayan, 1 Korintus 3:3–7

Abstract

Konflik internal dalam gereja merupakan fenomena yang sering terjadi dan biasanya muncul karena perbedaan pandangan mengenai kepemimpinan, pelayanan, maupun otoritas rohani. Situasi serupa juga terjadi dalam jemaat Korintus sebagaimana tercatat dalam 1 Korintus 3:3–7, ketika sebagian anggota jemaat mengelompokkan diri berdasarkan tokoh pemimpin rohani tertentu seperti Paulus dan Apolos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk konflik yang terjadi dalam jemaat Korintus serta menjelaskan perspektif teologis rasul Paulus mengenai kepemimpinan rohani dalam menghadapi perselisihan tersebut.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode ekspositori terhadap teks Alkitab dengan mempertimbangkan konteks historis, struktur literer, serta penekanan teologis dari perikop yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dalam jemaat Korintus berakar pada ketidakdewasaan rohani yang terlihat melalui sikap iri hati, perselisihan, dan kecenderungan meninggikan pemimpin manusia. Paulus menegaskan bahwa para pemimpin gereja hanyalah pelayan yang dipakai Allah, sedangkan pertumbuhan rohani jemaat berasal dari Allah sendiri. Oleh karena itu, kepemimpinan rohani harus berpusat pada Kristus, ditandai dengan kerendahan hati, pelayanan, dan upaya memelihara kesatuan jemaat.

Downloads

Published

2026-03-24